
TROTOK KIJANG PUTIH
Profil Perguruan
Perguruan Silat Troktok Kijang Putih merupakan monumen hidup pelestari aliran kuno Bela Diri asli Betawi yang sangat dihormati eksistensinya dan berdiri menjulang dari batas batas Jakarta Selatan ke pedalaman Limo, Depok. Sesuai pakem filosofis label namanya yakni "Troktok", pesilat dari sanggar ini amat ditakuti kepiawaiannya menaklukkan pertahanan dengan gerakan memukul tiga kali runtut yang amat destruktif dan tajam bertenaga. Lewat identitas kebesaran pakaian tradisional berwarna kuning menyala, serangkaian anggota mudanya dididik intensif menyelami tidak hanya teknik pematahan fisik namun merasai nilai mahakarya luhur etika tradisi silat Betawi. Komunitas pemanen medali dan piala ini mencetak kekaguman masyarakat karena konsisten mempersembahkan pelatihannya sebagai pengabdian sosial tanpa harus memungut tarif iuran spesifik kepada setiap cantrik. Pencapaian ini mendefinisikan jati diri teguh para pendekarnya, bahwa mahkota nama besar Troktok Kijang Putih didedikasikan sepenuhnya hanya sebagai laskar pembela peradaban lokal nusantara.
Sejarah & Warisan
Susur galur sejarah tradisi silat hantam "tiga kali pukulan" ini sejatinya telah merekah wangi mengisi catatan kota pada medio 1940 asuhan telaten sesepuh karismatik Jakarta Selatan, Baba KH. Marzuki (Baba Majun). Selang berpuluh-puluh tahun pergantian estafet regenerasi pun berpindah di mana kepemimpinan pelatih diturunkan mulus tanpa gejolak ke pihak Baba Satar, kemudian Bapak Haji Yunus, serta diteruskan Bapak Haji Musa secara berurutan. Titik tonggak meresmikan diri sebagai sebuah wadah utuh formal baru meledak di tangan figur teladan mendiang Bang Aa kala mendirikan institusi "Troktok Kijang Putih" pada kurun tahun 1992 yang fenomenal. Menjajal peruntungannya berekspansi wilayah di era milenium, di bawah komando barunya lahirlah padepokan cabang sentral Limo Kota Depok kisaran 2013 yang amat sukses merekrut peminat. Keringat dan loyalitas trah pesilat generasi keempat bentukan asuhan Baba Majun ini klimaks merajai gelanggang kala menorehkan tintas emas menyabet mahkota bergengsi sebagai raihan Juara 2 Utama Se-Jabodetabek pada hajatan kalender kompetisi 2017.