
THIFAN PO KHAN
Profil Perguruan
Syurulkhan Nie Thifan Po Khan (berarti "Siasat Bangsawan Turfan") adalah seni beladiri yang memadukan teknik Shaolin Kungfu dengan ragam beladiri Asia Tengah (Mogul, Tartar, Wigu) yang telah diselaraskan dengan ajaran Islam. Sistem pelatihannya menyeimbangkan aspek fisik, akal, dan rohani.
Materi latihan mencakup teknik keras (pukulan, tendangan, senjata) hingga teknik lembut (pengobatan dan totok). Beladiri ini memiliki jenjang pendidikan ketat yang terdiri dari 12 tingkatan (7 tingkat Tamid/murid dan 5 tingkat Badur/pendekar) yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk diselesaikan. Saat ini, kemurnian ajarannya dijaga di bawah naungan Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia (PTI) sebagai ilmu wakaf yang harus diajarkan secara tuntas.
Sejarah & Warisan
Akar sejarah Thifan bermula sekitar tahun 1100 M di Turkistan Timur, saat seorang ustadz muda bernama Je'nan berguru kepada pendekar Badur Namsuit. Ilmu ini kemudian menyebar luas, bahkan tercatat dikuasai oleh keluarga Sultan Shalahuddin Al Ayyubi di Mesir dan menjadi bekal prajurit Turki Utsmani.
Thifan masuk ke Indonesia melalui Aceh pada tahun 1678 bersama bantuan pasukan Turki Utsmani, lalu menyebar ke Jawa pada tahun 1900-an. Di era modern (tahun 1970-an), ilmu ini dikembangkan di Jakarta oleh Ust. AD El Marzdedeq, satu-satunya pewaris yang tercatat memiliki kemampuan setara para Badur terdahulu. Sepeninggal beliau pada 2013, pelestarian Thifan dilanjutkan oleh murid-murid seniornya untuk menjaga keaslian ajaran sesuai Kitab Zho Dam.