
SANGGAR KESATRIA TEMBONG AGUNG
Profil Perguruan
Sanggar Kesatria Tembong Agung (SKTA) adalah entitas pelestari pencak silat yang merepresentasikan keagungan budaya dan karakter kesatria asal wilayah Sumedang. Ajaran di sanggar ini adalah buah perpaduan harmonis antara ketangguhan maenpo aliran Cimande dengan kekayaan "ilmu kesumedangan" yang diwariskan secara eksklusif. Lebih dari sekadar mengajarkan teknik pukulan atau tendangan, SKTA memfokuskan pendidikannya pada pembentukan jati diri, budi pekerti luhur, dan akhlak yang mulia. Filosofinya sangat kental dengan nilai-nilai kearifan lokal, bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta memiliki respek tinggi terhadap warisan Nusantara. Dengan metode pengajaran yang humanis dan komprehensif, SKTA terus menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda pelestari keaslian peradaban.
Sejarah & Warisan
Sejarah berdirinya SKTA tak bisa dilepaskan dari figur Muhammad Fajar Azhari (Kang Oboy), yang terdorong oleh panggilan jiwa untuk menggali kembali akar bela diri leluhurnya. Kang Oboy menyerap langsung kedahsyatan ilmu silat Cimande dari sosok Mang Bejo, lalu mengkombinasikannya dengan ilmu keluarga dari buyut kandungnya, Uyut Subarna (sang pendiri Paguron Gagak Wulung). Untuk menghormati akar historis tempat kelahirannya, sanggar ini dianugerahi nama "Kesatria Tembong Agung", mengambil inspirasi dari kerajaan pertama di Sumedang bentukan Eyang Guru Aji Putih. Penamaan ini bukan sekadar label yang indah, melainkan simbolisasi penghormatan abadi atas perjuangan, keberanian, serta etika kesatria para leluhur yang hingga kini tak lekang ditelan zaman.