
PADJADJARAN NASIONAL
Profil Perguruan
PPSN Padjadjaran adalah perguruan silat yang menjunjung tinggi empat aspek utama: Seni Budaya, Beladiri, Olahraga, dan Mental Spiritual. Filosofi perguruan berlandaskan pada motto "Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh" dengan kode etik pesilat "Asih, Budi, Bakti, Sakti".
Secara teknis, perguruan ini mewarisi aliran "Jurus Lima" (Panca Dirya) yang terdiri dari: Cimande (Cai Iman Hade), Sera (5 jenis serah), Syahbandar, Cikalong (tenaga lembut), dan Depokan (permainan bawah). Gerakan jurusnya diyakini diciptakan oleh para Wali, seperti Pangeran Rangga Gading, Pangeran Papak, hingga Pangeran Jaka Sembung.
Sejarah & Warisan
Perguruan ini didirikan pada 12 Desember 1928 di Desa Sukaraja, Bogor oleh K.H. Raden Ahmad Karta Kusumah, yang kemudian diteruskan oleh Tubagus Moh. Siddik Sakabrata. Pada tahun 1979, perguruan mencatat prestasi gemilang ketika atlet-atletnya (terutama dari cabang Jakarta dan Bogor Barat/Cigudeg) berhasil menembus kejuaraan tingkat Nasional hingga Asia.
Prestasi inilah yang mendorong perubahan nama menjadi Perguruan Pencak Silat Nasional (PPSN) Padjadjaran. Pasca wafatnya Guru Besar pada tahun 1997, kelestarian organisasi dilanjutkan oleh inisiatif Bapak Tb. Ukay S. selaku sesepuh, yang memastikan pengembangan seni budaya dan regenerasi perguruan tetap berjalan, khususnya di wilayah Bogor Barat.