
BEKSI MERAH DELIMA INDONESIA
Profil Perguruan
Perguruan Beksi Merah Delima Indonesia (BMDI) adalah aliran seni bela diri asal Betawi yang bermarkas di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Nama "BEKSI" bermakna pertahanan dari empat penjuru, sekaligus menjadi akronim filosofis "Berbaktilah Engkau Kepada Seruan Ilahi/Semua Insan".
Kekhasan utama BMDI terletak pada kecepatan dan kekuatan pukulan kepalan tangan terbalik. Sistem pelatihannya mencakup 12 jurus (seperti Beksi Dasar, Gedik, Tancep), 9 formasi, dan 6 kembangan yang dirangkai dalam prinsip rasa, reaksi, dan gerak. Selain olah fisik, BMDI sangat menekankan pembinaan moral dan spiritual melalui taushiyah rutin, agar para pesilat menjadi figur yang tangguh sekaligus membawa kedamaian bagi masyarakat. Saat ini, perguruan dipimpin oleh Ketua Umum Ali Sobirin dan Guru Tama Muali Yahya.
Sejarah & Warisan
Perkembangan BMDI tidak lepas dari peran penting pendirinya, yaitu Muali Yahya (akrab disapa Bang Ali), yang merupakan salah satu murid dari tokoh silat Beksi ternama, Babeh Nuh.
Di bawah kepemimpinan Bang Ali, BMDI mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perguruan ini dikenal sangat inklusif dan aktif melebarkan sayap dengan menjalin silaturahmi antarsuku dan antarperguruan silat lainnya. Berkat dedikasi tersebut, BMDI kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan pertukaran seni dan budaya lintas provinsi di Indonesia.